Spread the love

Jakarta, – Firman Noor, peneliti ahli senior di Pusat Kajian Kebijakan Lembaga Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN), meragukan apakah Partai Keadilan (PKS) yang sedang berkembang bisa berkoalisi dengan Partai Nasdim.

Dia melihat kemungkinan selama Partai Nasdim mempromosikan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan sebagai calon presiden. info slot gacor malam ini

Ferman mengungkapkan Anis menjadi salah satu calon presiden yang masuk radar Partai Nasdim.

Ia bersama Ketua Umum Partai Jerendra Prabhu Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranovo, bersama dua tokoh lainnya.

Namun, dukungan internal untuk Nasdem tidak kuat. Namun, capres mana yang akan dipilih tergantung dari elit partai (partai).

Ferman menambahkan, kemungkinan Nasdim mengusung Anis bisa memikat PKK untuk bekerja sama menghadapi Pilpres 2024.

Sebab, kata Furman, tidak ada satu pun merek PKS yang mengharuskan karakternya menjadi cauapres jika nanti bergabung dengan koalisi.

Partai Nasdem dikabarkan akan menggelar Rakernas pada 15-17 Juni mendatang.

Mengutip .id, Ketua DPP Nasdem Teuku Taufiqulhadi, .id mengatakan jumlah capres pada rapat aksi nasional akan semakin berkurang.

Tawfiq Al-Hadi telah mengkonfirmasi bahwa partainya tidak akan membentuk koalisi sampai setelah Konferensi Aksi Nasional.

Usai Musyawarah Aksi Nasional, pimpinan Partai Progresif Demokratik akan berusaha mencari poros (solidaritas). Untuk berbicara atas nama rakyat harus jujur, cari (kandidat) terbaik dulu, tanya ke orang lain, dan berikan ide.”

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.