Spread the love

JAKARTA, – Polisi merilis kronologis adu mulut yang menewaskan seorang pemuda berinisial MF (17), Jalan Utista III, di Jakarta Timur, Jatinegara, Chippinang Simpedak, Kecamatan Pasar Tradisional Kham.

AKP Ahsan Makfi, Kepala Badan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur (Pulris), mengatakan perkelahian itu terjadi di media sosial karena saling ejek antara dua kelompok pemuda. kumpulan info slot gacor

“Korban mendapat pesan melalui Instagram dari sekelompok pelaku, intinya untuk melawan dan menemui rombongan korban,” kata Muqvi, Senin (30 Mei 2022) di Mapolres Jatingara.

Kedua rombongan kemudian memutuskan untuk bertemu di Jalan Utista III pada Kamis (26/05-02) pukul 02.00 WIB. Ada 30 pelaku dan 15 korban.

Al-Maqafi mengatakan, “Akhirnya mereka bertengkar. Dan justru karena banyak korban yang kehilangan kelompoknya, MF mundur ke Pasar Kam, di mana MF ditikam dengan pisau”.

Pelaku DS (17) yang membunuh korban ditangkap dua hari setelah kecelakaan. Menurut keterangan lima saksi yang diperiksa, pelaku hanya satu.

bernama dr. s. Terkait Pasal 351 KUHP, ia dituntut sebagai tersangka sesuai dengan Pasal 170 (2) KUHP.

Al-Maqfi menyatakan bahwa “ancaman (penahanan) melebihi 5 tahun.

Korban tewas setelah terkena senjata tajam di tulang rusuk yang menembus paru-paru.

Ibu korban, Solastri, 37, mengatakan putranya dibawa ke RS Polri Karamat Jati usai kejadian.

“Tapi sesampainya di sana pukul 02.30 WIB, bayi saya sudah tidak ada,” kata Solastri kepada wartawan, Jumat (27 Mei 2022).

Solastri mengatakan, anaknya adalah siswa kelas tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.