Spread the love

Apakah Anda benar-benar siap untuk negara baru Khilafah Kafilah, di mana videonya telah beredar ke publik dalam beberapa hari terakhir? Anda mencarinya secara eksklusif!

Aku mengupasnya. Melalui program AIMAN di TV yang tayang setiap Senin pukul WIB 20:30 WIB, kami mencoba menelusuri perjalanan konvoi kelompok Muslim Khilafah dari berbagai titik di Jakarta.

Informasi yang saya dapatkan adalah mereka memegang spanduk kecil yang dipasang di sepeda motor mereka. info slot gampang menang

Pengawalan dilakukan pada Minggu, 29 Mei 2022. Rute mereka dimulai di Koja, Jakarta Utara, melalui Depok, Jawa Barat, Jalan Kawang, Jakarta Timur, dan kembali ke Pasar Mengu, Jakarta Selatan, dan berakhir di Simbaka Puti, Jakarta Timur.

Ada pamflet, juga disebut pamflet, yang mereka bagikan ke banyak orang di beberapa titik di karavan.

Di antaranya, direkam dengan kamera yang dikerahkan di kawasan Kawang, Jakarta Timur.

Saya menerima postingan tersebut dan menyertakan informasi (pemberitahuan) dan ajakan kepada masyarakat untuk bergabung dengan Islamic Khilafah Center atau Khilafah Islamiyah.

Siapa Khalifah Islam?

Disini saya mencoba mencari data siapa khalifah muslim itu. Saya diberitahu bahwa gerakan itu dibentuk pada tahun 1997 setelah pemimpin tertingginya, Putra Mahkota negara, Hassan Braja, dibebaskan dari penjara.

Hassan dipenjara selama 13 tahun karena keterlibatannya dalam peristiwa teroris, termasuk pengeboman masjid Borobudur pada tahun 1985. Identitasnya adalah mantan teroris.

Sebelumnya, Hassan telah dipenjara karena gerakan komando jihadnya. Kepemimpinan jihad ini muncul pada akhir 70-an dan 80-an.

Di antara aksi terorisme yang dilakukan adalah pembajakan pesawat Garuda.

Pada 29 Maret 1981, Arsip Harian melaporkan bahwa sebuah pesawat dengan nomor penerbangan GA 206 telah dibajak di udara antara Palembang dan Medan.

Pesawat yang memiliki rute Jakarta-Medan itu dibajak dari WBST pada pukul 10:10 segera setelah lepas landas dari Palembang dan tiba di Bandara Don Mueang di Bangkok, Thailand.

Pembajakan dihalangi oleh pasukan kontra-terorisme Indonesia, kemudian Korps Sandy Yoda (Koppasandha), sekarang berganti nama menjadi Kopassus.

Saat itu, unit kontra-terorisme dikomandoi oleh seorang letnan kolonel infanteri. Sen Tong Bangaytan.

Namun, Hassan Barja tidak ada hubungannya dengan peretasan, itu ada hubungannya dengan insiden teroris Warman. Dalam serangan teroris ini, Sulu, asisten deputi UNS di Parmanto, yang dituduh menyusup ke komando jihad, dibunuh pada 1979.

Akibat “Terorisme Wanita” Hassan Barja divonis tiga tahun penjara.

Saat ini Hassan Braja adalah pemimpin internasional tertinggi dari kelompok khalifah Islam yang disebut Profesor Abdul Qadir Hassan Barja.

Saya mencoba mencari salah satu pemimpin mereka di Jakarta. Akhirnya, di sebuah tempat yang dirahasiakan, saya bertemu dengan seorang pangeran yang dikenal sebagai Khalifah Umat Islam, yang dikenal sebagai pemimpin Jabodetabek dari beberapa wilayah utama ibu kota Jawa Barat hingga Muhammad Abudan Banten.

Wawancara dilakukan di lantai dua rumahnya, tempat para khalifah biasa berkumpul.

Abbudan menjawab, “Dulu, Imam Bongol juga seorang teroris.”

Saya bertanya lagi dalam pertanyaan ini. Apakah menurut Anda Indonesia adalah jajahan karena di masa lalu Imam Vonggol dianggap teroris oleh penjajah (Belanda)?

Aboudan tidak menanggapi secara langsung dan hanya mengulangi pernyataannya tentang Imam Bongol, yang dianggap oleh Belanda sebagai teroris.

Kami telah memublikasikan ulang data yang kami miliki untuk grup ini.

Benarkah khalifah Islam punya menteri pertahanan?

Abboudan segera dan dengan sukarela menolaknya. “Itu fitnah, penipuan, tidak benar!” katanya.

Itu mengubah pertanyaan: Apakah ada orang yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan di khalifah Islam?

Untuk apa? saya bertanya lagi.

Aboudan menjawab agar para jamaah tetap aman saat melakukan kegiatan penelitian.

Pertanyaan dan jawaban saya tentang topik ini sangat panjang, termasuk bagaimana menggunakan istilah pertahanan dan membedakannya dari keamanan.

Hal ini juga berkaitan dengan kegiatan internasional yang mengakui anggota di Malaysia, Australia dan banyak negara di Afrika.

Pertanyaannya, apakah mereka mempersiapkan negara?

Petugas Pencegahan BNPT, Brigadir Jenderal Paul. Ahmed Norwahid mengatakan mereka berada di bawah penyelidikan BNPT.

Sayangnya, aktivitas terkait suksesi mereka tidak dapat dianggap ilegal. Hal ini karena tidak ada undang-undang yang mengatur tentang asas suksesi.

Tidak seperti komunisme, Leninisme, dan Marxisme, ada aturan untuk mengambil tindakan ketika kepentingan menyebar.

Namun, khalifah Islam membantah bahwa khalifah yang dimilikinya akan menggantikan Pancasila dan mendirikan negara.

Apakah ini hanya tipuan atau memang benar karena angkanya masih prima?

Adalah tepat untuk membuka pintu bagi penyelidikan terhadap pengaturan kelembagaan mereka, seperti milik negara-negara berdaulat yang berdaulat.

Nama saya Ayman Wijtsuksono… Halo!

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.