Spread the love

Jakarta – Kejaksaan Agung RI menyatakan sedang menyelidiki kasus kredit macet PT Titan Infra Energy atau Grup Titan. Ini merupakan tindak lanjut dari laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KAKI).

“Jenis kasusnya akan kita pelajari dulu,” kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan, Rabu (15/6/2022).

Namun, Ketut mengatakan hingga saat ini pihaknya belum merinci lebih jauh soal itu. Hingga saat ini, laporan yang disampaikan oleh masyarakat masih dikaji. slot gacor hari ini via dana

Selain Bank Mandiri, serta kreditur lainnya seperti Credite Suisse, CIMB Niaga dan Travigura, bank gabungan tersebut menawarkan nilai $133 juta atau Rs 1,9 triliun. Dengan demikian, total kredit yang dibayarkan bank kepada PT Titan sebesar Rp 5,8 triliun.

Arfin mengatakan, tindak pidana penggelapan membuat kredit yang diberikan buruk. Sehingga Arifin mengungkapkan tidak ada perjanjian kredit yang dititipkan di mana PT Titan Group akan menyetor 20% dari pendapatan penjualan batu baranya untuk pembayaran utang.

Arfin mengatakan, “Kami berharap Kejaksaan Agung bisa mengusut tuntas kasus kredit macet PT Titan Infra Energi untuk memberikan perbendaharaan kepada Bank Mandiri.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.