Spread the love

Jakarta, – Salah satu cara termudah untuk mengurangi polarisasi atau kesenjangan politik yang muncul sejak pemilihan presiden 2019 adalah berhenti menggunakan istilah cebong dan kampret/kadrun, menurut jajak pendapat Litbang oleh .

84,6% responden menjawab ya.

Peneliti riset dan pengembangan Gianni mengatakan, istilah tersebut harus berhenti digunakan dalam percakapan di dunia nyata dan dunia maya. bo slot terbaik

Ia menulis Senin (dikutip Harian , Senin, 6 Juni 2022) “Jika tidak ada yang menilai satu sama lain dengan dua kategori ini, rasa saling percaya dan saling menghormati akan meningkat.”

“Secara umum, publik menganggap hubungan dua kubu yang berseberangan politik belum membaik sejak pemilihan presiden 2019,” tulis Gianni.

Sebagian besar responden percaya bahwa pilihan politik setelah pemilihan presiden 2019 secara sadar memperburuk situasi sebagai penyebab polarisasi dan perpecahan lebih lanjut di antara kubu yang berbeda.

36,3% responden menjawab ya.

Menurut hasil survei Litbang , orang yang sengaja mengacaukan situasi antara lain influencer, vokalis, atau agitator.

Compass Research and Development mengumpulkan komentar melalui telepon 24-29 Mei 2022.

Sebanyak 1.004 responden berusia 17 tahun ke atas diwawancarai dari 34 kabupaten.

Sampel dipilih secara acak dari antara peserta Komite Litbang sesuai dengan proporsi populasi masing-masing kabupaten.

Untuk metode ini, tingkat kepercayaan adalah 95% dan ±3,09% dalam kondisi pengambilan sampel acak sederhana tanpa adanya pengambilan sampel penelitian.

Namun, kesalahan selain pengambilan sampel dapat terjadi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.