Spread the love

WASHINGTON – Dampak sanksi perang Barat terhadap Rusia telah menciptakan ledakan di pasar global. Banyak negara, termasuk Amerika Serikat, sedang mengalami krisis energi.

Sekarang, harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat telah melonjak menjadi lebih dari $5 per galon, atau Rs 73.000.

Sebagai aturan umum, satu galon bahan bakar dapat menampung sekitar 3,7 liter bensin. Ketika satu galon mencapai $5, satu liter bensin ditetapkan dengan harga rata-rata Rs 20.000. bo slot gacor

Kenaikan harga BBM dimulai Kamis lalu. Menurut Reid I’Anson, kepala ekonom Kpler, kenaikan ini disebabkan meningkatnya permintaan bahan bakar AS di tengah krisis energi akibat tekanan pada kapasitas kilang.

Island mencatat pekan lalu bahwa permintaan produksi bahan bakar minyak AS mencapai lebih dari 9,2 juta barel per hari.

Seperti yang dijelaskan oleh Mata Merah Anson: “Pada level $5, kami melihat permintaan bensin yang sangat tinggi.

Harga bahan bakar naik menjadi sekitar $5,41 per galon.

Tetapi ketika harga minyak melonjak, orang Amerika berisiko menghadapi inflasi yang lebih tinggi daripada bulan lalu. Pasalnya, harga minyak telah menaikkan harga kebutuhan sehari-hari lainnya.

“Sayangnya kita belum mencapai akhir. Hanya ada sedikit kesalahan musim panas ini,” kata analis gas Paddy Patrick de Haan. Di Georgia, bensin dihargai $4,41, sementara di negara bagian barat seperti Illinois harganya di atas $5,50.

Tidak ada yang tahu kapan kenaikan harga akan mulai turun, tetapi harga bahan bakar ini akan terus naik ke level tertinggi sepanjang masa, menurut analis AS.

Mengingat bahwa kilang, salah satu kilang terbesar di Houston, akan menutup fasilitas produksinya pada akhir tahun depan karena beralih ke pembuatan bahan energi untuk kendaraan listrik.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.