Spread the love

BANDUNG, – Pelatih Shin Tae-young mengakui lini depan timnas Indonesia tidak lengkap jelang laga persahabatan FIFA melawan Bangladesh, Rabu (1,66).

Manajer asal Korea Selatan itu menyebut krisis striker dan pertahanan Timnas Indonesia itu tanpa alasan. link slot gacor hari ini

Produktivitas lini depan Indonesia telah menarik perhatian sejak Piala AFC 2020.

Empat striker yang ditandatangani STY, Ezra Wallian, Didik Setiawan, Hanis Segayar dan Kushidia Hari Judo bungkam.

Dari penyisihan grup hingga Timnas Indonesia menempati posisi kedua Piala AFC 2020 setelah kalah agregat 2-6 dari Thailand di final, para striker hanya mencetak dua gol.

Semua target disumbangkan atas nama Ezra dan Elian.

Shen mengatakan ini bisa terjadi karena hampir semua klub liga Indonesia menggunakan striker asing dan stop.

“Masalahnya liga Indonesia hari ini banyak striker dan stopper pemain asing,” ujarnya kepada , Rabu (6 Januari 2022).

Hal ini membuat pemain lokal kesulitan untuk berkembang di posisi penyerang tengah dan bek. Padahal, kata dia, potensi pemain dalam negeri di posisi ini cukup besar.

Menurutnya, upaya pengembangan potensi pemain lokal di posisi label dan stopper penting dilakukan.

STY mengatakan klub harus memberi pemain lokal kepercayaan diri dan pengalaman di posisi ini sehingga mereka bisa berkembang.

Namun, diakui sang pelatih, untuk saat ini masalah lini depan sudah bisa diatasi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.