Spread the love

JAKARTA, – Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz mengatakan akan sulit merundingkan kembali dengan pemerintah daerah soal kenaikan sewa fasilitas masyarakat atau layanan donasi di Arafat, Muzdalifah. dan Pelabuhan (Armozuna) untuk pelaksanaan upacara ekstremitas bawah 1443 H atau 2022 senilai Rs 1,4 triliun.

“Harga sedang ketat dan kami tidak bisa bernegosiasi sekarang,” kata Aziz dalam wawancara dengan wartawan TV Netia Anisa di Madinah, Arab Saudi, Jumat (3/6/2022). slot gacor terbaru

Namun, Abdul memperkirakan masih ada ruang negosiasi untuk menurunkan harga utilitas pelaksanaan haji tahun depan. Caranya adalah melalui jalur diplomatik atau melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Menurut Abdul, penggunaan fasilitas umum diatur oleh pemerintah Arab Saudi. Ia mengatakan hal itu karena pemerintah Saudi juga menghitung kompensasi untuk berbagai perusahaan yang mengoperasikan fasilitas di Armuzna yang sudah dua tahun tidak digunakan pemerintah Saudi akibat pandemi COVID-19.

“Jelas ini pertimbangan harga. Bisa mahal dibanding tahun-tahun sebelum wabah. Mahal juga saat wabah. Nanti harus dinegosiasi ulang untuk semua jemaah,” kata Abdul. .

Rabu, 6 Januari 2022 (6 Januari 2022) Anggota Komite VIII DPR dari Partai Keadilan dan Kesejahteraan (Bakhoury Yusuf) meminta pemerintah Indonesia mengajukan keberatan kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi. tentang peningkatan. harga paket masyair Nomor ini akan muncul setelah kontrak ditandatangani.

Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Bakuri mengatakan “kami berharap pemerintah akan menyatakan keberatannya atas tanggapan resmi terhadap kebijakan Saudi dengan menetapkan harga paket Masir pada angka yang kami anggap tidak masuk akal.”

Bakhouri menjelaskan bahwa “surat penolakan tersebut untuk menunjukkan sikap tegas pemerintah terhadap jemaah haji dan untuk memperingatkan Arab Saudi bahwa pihaknya berjanji untuk menegakkan kesepakatan yang disepakati bersama di masa depan,” jelas Bakhouri. .

Bakhouri mengatakan Masyair telah membuat rasio antara nilai manfaat yang diperoleh orang percaya dan biaya yang disetorkan, tidak merata karena biaya tersebut pada akhirnya ditagih sebagai nilai manfaat dan dana efisiensi sebesar Rs 21 juta per gereja. Jadi dia berkata: Berbahaya bagi keberlangsungan pembiayaan haji.

“Jika model pendanaan ini dipertahankan, akan relatif berat karena akan mengancam keberlanjutan pembiayaan haji selama 30 tahun ke depan,” kata Bakhouri.

Sebelumnya, Majelis Kedelapan Dewan dan Menteri Agama Yaqut Shalil Qamas menyepakati rata-rata BPIH 1443H atau 2022 M untuk setiap jemaah haji biasa sebesar Rp81,7 juta.

Terdiri dari biaya perjalanan ke Bipih atau biaya yang berasal dari biaya haji umum tahun 2022 sebesar Rp39.886.009 per kelompok dan keuntungan finansial sebesar Rp41 juta per kelompok.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.