Spread the love

Medan, – Pemerintah Kota Medan telah mengalokasikan dana lebih dari Rp 198 juta untuk intervensi pengurangan stunting. Termasuk uang desa lebih dari 1,9 miliar rupiah.

Secara khusus, anggaran pengobatan lebih dari Rs 14 miliar telah disisihkan untuk 550 anak stunting di bawah usia 5 tahun di 20 kecamatan. slot online

Benny Iskandar, Kepala Biro Perencanaan Pembangunan Daerah Medan (Barveda), mengatakan dalam konsultasi stunting tahun 2022 di Hotel Grand Mercure Medan, pihaknya melakukan analisis situasional sebelum menyiapkan program.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa per Februari 2022 terdapat 550 anak stunting di 20 kecamatan, hanya Barrow Square yang bebas stunting.

Benny, Kamis (6 Februari 2022) mengatakan, “Sub wilayah dengan jumlah anak stunting tertinggi adalah Medanbelawan, Desa Belawan – Pulau Sicanang.”

Intervensi gizi khusus meliputi pemberian makanan pendamping ASI pada bayi kurang gizi atau gizi kurang, pelaksanaan fungsi laktasi melalui dana APBD, pencegahan stunting, dan pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi tentang pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI.

Intervensi gizi sensitif meliputi kegiatan yang meningkatkan penyediaan air minum yang aman dan sanitasi yang memadai.

manset

Dia mengatakan, pemerintah kota Medan telah mengidentifikasi kendala dan rekomendasi untuk memastikan 29 jaminan layanan dasar dan 35 jaminan layanan pasokan.

Target audiens meliputi remaja, calon pengantin dan wanita usia subur, ibu hamil, anak di bawah 5 tahun (anak kecil), dan keluarga berisiko stunting.

Akibatnya, beberapa cakupan layanan memiliki empat kategori: sedang, sedang, rendah, dan sangat rendah.

Ada juga beberapa kendala untuk mencapai cakupan layanan.

Pertama, belum adanya program untuk mendukung pencapaian coverage, ketersediaan data yang belum akurat dan belum memadai.

Misalnya, seorang wanita muda yang sedang dites anemia, seorang calon mempelai wanita yang meminum tablet penambah darah, pasangan reproduktif yang menerima bantuan tunai bersyarat, dll.

Ada dua intervensi prioritas. Ini adalah intervensi nutrisi khusus yang ditujukan untuk mengatasi penyebab langsung stunting. Intervensi nutrisi sensitif kemudian diterapkan untuk mengatasi penyebab tidak langsung dari stunting.

Dr Sridi Panjaitan, Kepala Badan Pengawasan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kota Medan, mengatakan berdasarkan amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021, pengurangan stunting harus dipercepat secara holistik, terintegrasi dan dipercepat dengan kualitas.

Hal ini sejalan dengan keberhasilan negara lain dalam menunjukkan efektivitas pengurangan stunting.

“Pertama, semakin lengkap dan terintegrasi intervensi gizi di lokasi dan kelompok sasaran, semakin efektif upaya percepatan penurunan stunting,” jelas Suryadi.

Pemerintah Kota Medan berupaya mempercepat penurunan stunting melalui program dan kegiatan kerjasama antar poliklinik rawat jalan.

Namun, ini membutuhkan kerjasama dari sektor pemangku kepentingan lainnya seperti universitas, lembaga profesional, dan perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, beliau mengatakan, “Untuk itu, saya ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah stunting di Medan melalui gerakan orang tua asuh untuk bayi dan anak kecil.”

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.