Spread the love

– Ada lima siklus biogeokimia yang menjaga ketersediaan unsur-unsur esensial bagi kehidupan di Bumi, salah satunya siklus belerang. Bagaimana proses siklus belerang terjadi dan bakteri apa yang terlibat dalam siklus belerang? Berikut penjelasannya!

Apa siklus belerang?

Siklus belerang atau siklus belerang adalah sejenis siklus biogeokimia yang menjaga keseimbangan unsur belerang di alam. kumpulan info slot terbaru

Siklus Sulfur, sebuah laporan dari dunia kimiawan, menjelaskan bagaimana unsur belerang bergerak di berbagai keadaan kimia antara sistem laut, terestrial, dan atmosfer.

Organisme membutuhkan belerang, atau belerang, sebagai bahan penyusun protein yang penting. Dengan demikian, alam secara alami mendaur ulang belerang dalam siklus belerang, sehingga menjaga ketersediaan unsur belerang di Bumi.

proses siklus belerang

Untuk lebih memahami tentang siklus belerang, berikut adalah proses siklus belerang di Bumi!

Menurut laporan The Biology Notes, sebagian besar belerang di atmosfer berbentuk SO2 atau gas belerang dioksida. Selain dalam bentuk belerang dioksida, unsur belerang hadir di atmosfer dalam bentuk gas H2S atau hidrogen sulfida.

Sulfur di atmosfer dapat terbawa oleh air hujan. Menurut laporan Lumen Learning, air hujan melarutkan belerang dan membentuk asam sulfat lemah (H2SO4). Air hujan yang mengandung asam sulfat lemah kemudian jatuh ke permukaan.

Setelah mencapai permukaan bumi dan air, belerang ada dalam bentuk sulfat. Kemudian tanaman menyerap sulfat.

Itu dimakan oleh tumbuhan, kemudian manusia dan hewan. Dalam proses makan, komponen sulfat terus bergerak di dalam tubuh organisme hidup.

Suatu organisme mengkonsumsi belerang sepanjang hidupnya. Ketika organisme hidup mati, sisa bahan organik di dalam tubuhnya masih mengandung belerang. Kemudian unsur belerang direduksi oleh bakteri dan dikembalikan ke alam.

Contoh bakteri pereduksi sulfat adalah domain Desulfuromonas dan Archae. Sebuah laporan di Biology Libretexts melaporkan bahwa Desulfuromonas memperoleh energi dengan mereduksi unsur belerang menjadi hidrogen sulfida.

Seperti Desulfuromonas, bakteri Archae yang hidup di lingkungan air panas mengurangi belerang untuk energi. Archae kemudian melepaskan hidrogen sulfida. Hidrogen sulfida yang diencerkan kemudian dilepaskan kembali ke atmosfer.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *