Spread the love

Jakarta – Asosiasi E-Commerce Indonesia atau Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) mengumumkan telah mengikuti retorika terkait e-personality dalam undang-undang pajak meterai yang berlaku pada tahun 2020.

Presiden idEA, Bima Laga, mengatakan sejak saat itu, asosiasi telah melakukan upaya besar untuk menyelaraskan peraturan ini dengan pertumbuhan ekonomi digital, termasuk rencana untuk mengenakan bea meterai 10.000 rupee di Internet. Transaksi lebih dari $500.000. judi slot gacor

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/1), ia mengatakan, “Saya juga merekomendasikan kepada pemerintah agar dilakukan pengecualian khusus agar syarat dan ketentuan (T&C) tidak bersifat elektronik karena dampaknya yang sangat besar terhadap digitalisasi.” / Juni 2022).

Jika stempel elektronik diperlukan dalam litigasi perdata di masa mendatang, disarankan untuk menetapkan tenggat waktu di kemudian hari agar tidak mengganggu proses digitalisasi.

Bima mengatakan, penerapan kontrak standar belum sepenuhnya dilaksanakan di sisi offline.

Hal ini karena masih banyak syarat dan ketentuan standar yang dapat dengan mudah dilihat setiap hari, seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan kondisi gedung, tetapi tidak menerapkan bea materai.

“Sulit sekali,” tutupnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.