Spread the love

Duel AS Roma vs Feyenoord tersaji pada partai final musim debut UEFA Europa Conference League yang menjadi kompetisi antarklub tingkat ketiga Eropa.

Adapun, laga AS Roma vs Feyenoord pada final Conference League 2021-2022 digelar di Stadion Arena Kombetare Tirana, Albania, pada Kamis (26/5/2022) dini hari WIB. rekomendasi slot terbaik

Berikut empat fakta di balik keberhasilan AS Roma juara Conference League yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Gelar UEFA Pertama AS Roma

Trofi Conference League kali ini menjadi gelar kompetisi utama UEFA pertama dalam sejarah AS Roma.

Selain itu, AS Roma juga mengoleksi satu trofi Piala Anglo-Italia edisi 1972.

Akan tetapi, Liga Konferensi menjadi trofi perdana I Giallorossi dalam kompetisi antarklub resmi di bawah naungan UEFA.

Gelar UEFA besar pertama untuk Roma ?????#UECLfinal pic.twitter.com/H6pYuYwYrW

2. Kesempurnaan dan Sejarah Mourinho

Dengan keberhasilan membawa AS Roma menjuarai Conference League, Jose Mourinho pun menjaga rekor sempurna sekaligus mengukir catatan bersejarah.

Sebelum laga ini, juru taktik asal Portugal telah melakoni empat laga final kompetisi antarklub Eropa dengan tiga klub yang berbeda.

Empat final Eropa yang pernah dirasakan The Special One adalah Piala UEFA 2003 dan Liga Champions 2004 bersama FC Porto, Liga Champions 2010 dengan Inter Milan, dan Liga Europa 2017 kala menukangi Manchester United.

Hasilnya, Jose Mourinho mencatat rekor 100 persen alias mengalahkan smua laga final tersebut.

Mourinho pun menjadi pelatih pertama yang mampu memenangkan tiga level kompetisi antarklub Eropa yakni Liga Champions, Piala UEFA/Liga Europa, dan Liga Conference teraktual.

3. Trofi Eropa Kelima Mourinho

Tak hanya menjaga rekor sempurna di final Eropa sekaligus mengukir sejarah, Mourinho juga membuat catatan mentereng lainnya dengan trofi Conference League bersama AS Roma.

Pria 59 tahun itu mencetak rekor sebagai pelatih pertama yang mampu memenangkan lima gelar kompetisi utama Eropa dengan empat tim yang berbeda yaitu FC Porto, Inter Milan, Manchester United, dan terkini AS Roma.

4. Rekor Zaniolo

Satu gol Nicolo Zaniolo pada menit ke-32 sudah cukup bagi AS Roma untuk mengunci kemenangan atas Feyenoord.

Dilaporkan dari Opta, Zaniolo (22 tahun 327 hari) menjadi pemain Italia termuda yang mampu mencetak gol dalam final kompetisi utama Eropa setelah Alessandro Del Piero (22 tahun 200 hari) melakukannya ke gawang dalam final Liga Champions 1997.

22&327 – Nicolò Zaniolo (22 tahun, 327 hari) adalah pemain Italia termuda yang mencetak gol di final kompetisi besar Eropa sejak Alessandro Del Piero (22 tahun, 200 hari) melawan Borussia Dortmund di Liga Champions pada Mei 1997. Fearless.# RomaFeyenoord pic.twitter.com/3oHQ9WwfRB

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.